sitesandsounds.org – adan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Papua menyalurkan beasiswa pendidikan tahap I kepada 1.070 siswa di berbagai jenjang, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA. Program ini mencakup siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) dan difokuskan bagi keluarga kurang mampu.
Ketua Baznas Provinsi Papua, Merza Edy Nadzari, menjelaskan bahwa bantuan diberikan pada semester pertama 2026. “Kami menyalurkan beasiswa bagi 1.070 siswa di seluruh Papua, termasuk siswa SLB. Program ini bertujuan membantu mereka melanjutkan pendidikan tanpa kendala biaya,” kata Edy di Jayapura, Kamis.
Program beasiswa ini tidak hanya menyasar Kota Jayapura, tetapi juga mencakup tujuh kabupaten/kota lain di Provinsi Papua. Pendekatan ini memastikan distribusi bantuan merata bagi pelajar dari berbagai wilayah.
Rincian Penerima dan Mekanisme Penyaluran
Di Kota Jayapura, sebanyak 370 siswa menerima beasiswa tahap I. Penerima dipilih berdasarkan data sekolah, prioritas diberikan bagi siswa kurang mampu dan berprestasi.
“Bantuan tidak langsung diberikan kepada siswa, melainkan melalui sekolah atas nama mereka. Sekolah bertanggung jawab mengelola dana untuk kebutuhan pendidikan selama satu semester,” jelas Edy.
Bantuan mencakup biaya sekolah, perlengkapan belajar, dan dukungan pendidikan lainnya. Metode ini memastikan dana digunakan tepat sasaran dan transparan.
Apresiasi Pemerintah dan Dampak Program
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyatakan apresiasi terhadap kepedulian Baznas. “Hari ini 370 anak di berbagai jenjang pendidikan menerima beasiswa. Program ini penting bagi orang tua siswa yang kurang mampu agar anak-anak tetap sekolah,” kata Rustan.
Menurutnya, pemberian beasiswa mencerminkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda Papua. Menariknya, bantuan ini diberikan tanpa memandang agama, sehingga siswa non-Muslim juga mendapatkan manfaat.
Konteks dan Nilai Tambah Program
Baznas telah lama menjalankan program pendidikan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat. Data Kementerian Pendidikan menyebutkan bahwa tingkat putus sekolah di beberapa kabupaten di Papua masih cukup tinggi, terutama karena keterbatasan biaya.
Dengan menyalurkan 1.070 beasiswa tahap I, Baznas mendorong kesetaraan pendidikan dan mengurangi risiko putus sekolah. Program ini juga dapat meningkatkan motivasi siswa untuk berprestasi.
Selain itu, pendekatan melalui sekolah memungkinkan monitoring dan evaluasi efektif terhadap penggunaan dana. Baznas juga memprioritaskan siswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
Program beasiswa ini menjadi awal dukungan berkelanjutan Baznas bagi pendidikan di Papua. Baznas berencana menyalurkan beasiswa tahap II dan memperluas cakupan penerima agar lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan.
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di seluruh Papua. Kombinasi dukungan pemerintah, Baznas, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang berdaya saing tinggi.
Baznas juga mendorong partisipasi masyarakat dalam program zakat produktif untuk pendidikan. Dengan pendekatan transparan, terukur, dan inklusif, program ini menciptakan kepercayaan publik sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan di Papua.
Baca juga: “Baznas DKI Luncurkan Lima Program Khusus Ramadan, dari Sahur Bersama hingga Balik Mondok”
