sitesandsounds.org – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Kementerian Agama (Kemenag) RI membentuk tim kecil lintas institusi.
Tim ini fokus merumuskan langkah strategis dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis nilai keagamaan.
Kepala BNN RI Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menyampaikan, tim terbentuk sebagai tindak lanjut audiensi dengan Menteri Agama di Jakarta pada Selasa (23/12).
“Tim ini diharapkan menjadi wadah koordinasi untuk menyinergikan program, menyusun peta jalan kerja sama, serta mengoptimalkan peran ekosistem keagamaan dalam P4GN,” kata Suyudi.
Baca juga: “Kemenkop Tegaskan Produk Lokal Diserap Kopdes Merah Putih”
Pendekatan berbasis nilai keagamaan dianggap strategis untuk membangun karakter dan ketahanan moral bangsa.
Keterlibatan institusi keagamaan menjadi elemen penting dalam mendukung upaya P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) secara berkelanjutan.
Peran Strategis Pendidikan dan Nilai Keagamaan
Dalam audiensi, Kepala BNN menjelaskan situasi terkini permasalahan narkoba di Indonesia, termasuk tren penyalahgunaan dan dampak sosialnya.
Ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengimplementasikan pencegahan secara komprehensif.
Suyudi menjelaskan program unggulan BNN, salah satunya ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak).
Program ini menekankan penguatan pendidikan karakter dan nilai moral sejak dini sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, program IKAN (Integrasi Kurikulum Anti Narkoba) menjadi bagian dari ANANDA BERSINAR.
Materi pencegahan narkoba diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan formal untuk membangun kesadaran dan ketahanan anak sejak usia dini.
“Kami berharap Kemenag mendukung penguatan program BNN melalui jalur pendidikan dan pembinaan keagamaan sehingga P4GN menjangkau seluruh masyarakat,” ujar Suyudi.
Dukungan Kemenag melalui Potensi Strategis
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik inisiatif BNN dan menegaskan komitmen Kemenag untuk bersinergi.
Pihaknya siap mengoptimalkan peran lembaga pendidikan keagamaan, penyuluh agama, dan tokoh keagamaan dalam pencegahan narkoba.
Nasaruddin menyebut ada 10 potensi strategis di Kemenag yang mendukung pencegahan narkoba.
Potensi itu meliputi sekolah dan perguruan tinggi keagamaan, pemuka dan guru agama, penghulu, remaja masjid, organisasi kemasyarakatan Islam, pondok pesantren, majelis taklim, serta para kiai dan ustaz.
Semua elemen ini memiliki daya jangkau luas dan pengaruh kuat dalam pembinaan moral masyarakat.
Pandangan dan Harapan Kedepan
Pembentukan tim kecil BNN-Kemenag diharapkan menjadi pendorong sinergi program pencegahan narkoba berbasis keagamaan.
Kolaborasi ini menggabungkan pendekatan edukasi, moral, dan sosial untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dengan memanfaatkan potensi strategis lembaga keagamaan, pencegahan narkoba tidak hanya berbasis hukuman tetapi juga edukasi karakter dan moral.
Langkah ini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari ancaman narkoba sekaligus membangun ketahanan sosial yang lebih kuat.
Implementasi program ANANDA BERSINAR dan IKAN yang didukung Kemenag menjadi contoh konkret sinergi pemerintah.
Pendekatan berbasis nilai agama dan pendidikan diyakini mampu meningkatkan efektivitas pencegahan dan membentuk generasi yang tangguh.
Ke depan, keberlanjutan program ini akan menekankan pemantauan, evaluasi, dan penguatan kerja sama lintas institusi.
Sinergi BNN dan Kemenag diharapkan menciptakan ekosistem pencegahan narkoba yang menyeluruh, efektif, dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca juga: “MTsN 6 Jakarta dan BNN Tingkatkan Sinergi Cegah Narkoba di Lingkungan Madrasah”
