sitesandsounds.org – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh masih terus berjalan.
Hingga saat ini, baru 3.248 unit huntara rampung dari total kebutuhan 16.294 unit di seluruh provinsi.
Pelaksana Satgas di Aceh, Safrizal ZA, menekankan bahwa angka 100 persen yang sebelumnya disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada 29 Januari lalu hanya merujuk pada unit yang sudah selesai dibangun.
“Yang sudah selesai 100 persen itu 3.248 unit. Bukan berarti semua sudah selesai. Justru ini lagi kerja keras agar bisa selesai awal Ramadhan,” kata Safrizal saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Sabtu (31/1).
PROGRES PEMBANGUNAN HUNTARA PER KABUPATEN
Aceh Tamiang dan Aceh Utara Memimpin Pembangunan
Berdasarkan rekapitulasi Satgas, sebanyak 13.046 unit huntara lainnya masih dalam proses pembangunan di berbagai kabupaten.
Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan progres paling signifikan, dengan 1.000 unit rampung dan 1.600 unit masih dibangun.
Di Aceh Utara, 829 unit huntara telah selesai, sementara lebih dari 3.400 unit masih dalam tahap pembangunan.
Pidie Jaya, Aceh Tengah, dan Bener Meriah Masih Berproses
Di Pidie Jaya, 222 unit telah rampung dan 551 unit masih dalam konstruksi.
Aceh Tengah telah menyelesaikan 275 unit, dengan 506 unit lainnya masih dibangun.
Bener Meriah merampungkan sekitar 200 unit, sementara lebih dari 700 unit lain masih dalam proses pengerjaan.
Daerah Lain: Nagan Raya, Pidie, dan Lhokseumawe
Di Nagan Raya, dari kebutuhan 654 unit, baru 55 unit yang selesai.
Pidie mencatat seluruh 12 unit huntara telah rampung dibangun.
Di Lhokseumawe, 40 dari 67 unit huntara telah selesai, sementara sisanya masih dalam konstruksi.
Aceh Timur, Gayo Lues, Langsa, dan Aceh Barat
Aceh Timur membutuhkan 3.413 unit, dengan 400 unit rampung.
Gayo Lues telah menyelesaikan 200 dari 2.659 unit.
Di Langsa, baru 15 dari 65 unit rampung dibangun, dan di Aceh Barat, 12 unit masih menunggu proses penetapan lokasi.
PROGRES DANA TUNGGU HUNIAN (DTH)
Selain pembangunan fisik huntara, Satgas juga memaparkan progres Dana Tunggu Hunian (DTH) untuk warga terdampak.
Dari total 8.047 kepala keluarga (KK) penerima, sekitar 4.000 KK telah menerima penyaluran dana.
Sementara 4.000 KK lainnya masih dalam proses, dominan pada tahap pembukaan rekening dan verifikasi data.
“Selesai transfer atau penyaluran 4.000-an KK. Sedangkan yang masih dalam proses lebih kurang 4.000-an KK, dominan pada proses rekening dan verifikasi,” jelas Safrizal.
Satgas menegaskan target penyelesaian huntara pada awal Ramadhan menjadi prioritas utama.
Ketersediaan tenaga kerja, koordinasi dengan pemerintah daerah, dan distribusi bahan bangunan menjadi fokus agar progres pembangunan tetap sesuai jadwal.
Pembangunan huntara merupakan bagian dari rehabilitasi pascabencana untuk memastikan masyarakat terdampak memiliki hunian sementara layak.
Pendekatan ini juga diharapkan mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.
Satgas menghimbau semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, untuk terus mendukung percepatan pembangunan.
Dengan sinergi yang baik, diharapkan seluruh huntara dapat selesai sesuai target, dan Dana Tunggu Hunian dapat tersalurkan penuh kepada seluruh KK penerima.
