sitesandsounds.org – Rute Transjakarta SH2 semakin diminati masyarakat, terutama selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026. PT Transportasi Jakarta mencatat sebanyak 18.943 penumpang telah memanfaatkan layanan ini pada periode 13–25 Maret.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menekankan bahwa kehadiran rute SH2 bertujuan mempermudah mobilitas warga, khususnya bagi penumpang yang ingin langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta dari pusat kota. “Layanan rute SH2 ini adalah wujud nyata komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk memudahkan perjalanan masyarakat dari pusat kota langsung ke gerbang udara internasional kita,” katanya di Jakarta, Jumat.
Rute SH2 menghubungkan Terminal Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 65,1 kilometer, memungkinkan perjalanan lebih praktis tanpa perlu berganti moda transportasi. Saat ini, rute dilayani 14 unit bus dengan waktu tunggu berkisar antara 10 hingga 20 menit. Peluncuran resmi dilakukan oleh Gubernur Pramono Anung pada 12 Maret 2026.
Baca juga: “RI Hadapi Risiko Ekonomi Akibat Ketegangan AS dan Iran”
Melihat tren peningkatan penumpang, Transjakarta berencana meningkatkan kualitas layanan di rute ini. Welfizon menyebutkan, “Transjakarta akan melakukan optimalisasi fasilitas di titik pemberhentian utama, baik di terminal Bandara Soekarno-Hatta maupun di Terminal Blok M.” Langkah ini diharapkan mempercepat boarding dan menambah kenyamanan selama menunggu bus.
Selain fasilitas, kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama. Bus SH2 kini dilengkapi rak koper sehingga memudahkan penumpang membawa barang bawaan. Penyesuaian jadwal keberangkatan juga dilakukan untuk menyesuaikan waktu penerbangan, sehingga risiko ketinggalan pesawat dapat diminimalkan.
Welfizon menegaskan bahwa evaluasi dan inovasi layanan akan terus dilakukan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan masyarakat, baik untuk keperluan bekerja maupun perjalanan mudik, dapat terlayani dengan aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya. Hal ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan transportasi publik yang efisien dan ramah pengguna.
Kehadiran rute SH2 di musim mudik juga memberikan nilai strategis dari sisi logistik dan manajemen arus transportasi. Mengingat arus penumpang ke bandara meningkat signifikan pada masa mudik, layanan bus ini membantu mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan utama menuju bandara.
Selain itu, rute SH2 menjadi pilihan hemat bagi penumpang yang ingin menghindari biaya taksi atau ojek online, sekaligus mengurangi dampak polusi kendaraan pribadi. Dengan tarif yang terjangkau dan waktu tempuh lebih stabil, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien.
Rute ini juga menjadi contoh integrasi transportasi publik dengan infrastruktur utama kota. Terminal Blok M sebagai hub utama terhubung langsung dengan bandara internasional, menghadirkan layanan seamless yang mendukung mobilitas warga dan wisatawan.
Rute Transjakarta SH2 Blok M–Bandara Soekarno-Hatta telah membuktikan diri sebagai solusi transportasi publik yang efektif. Dengan peningkatan fasilitas, penyesuaian jadwal penerbangan, dan kenyamanan bagi penumpang, rute ini siap menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik dan arus balik Lebaran 2026, sekaligus mendukung efisiensi transportasi di DKI Jakarta.
Baca juga: “TransJakarta Berencana Lakukan Peremajaan Pramudi Mikrotrans”
