Sites and Sound – 3 Eksekutif Proyek Ditangkap, Kebakaran dahsyat di kompleks Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, menewaskan 44 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi menahan tiga pria terkait dugaan kelalaian serius dalam proyek renovasi saat kebakaran terjadi.
Ketiga tersangka terdiri dari dua direktur dan seorang konsultan perusahaan konstruksi yang memimpin renovasi besar di gedung itu. Penangkapan diumumkan setelah investigasi awal menemukan dugaan kelalaian fatal yang mempercepat penyebaran api.
Penyelidikan menemukan papan polistirena menutupi jendela di beberapa bagian gedung. Material ini diduga menghalangi jalur evakuasi dan mempercepat api merambat ke lantai lain. “Penggunaan bahan berkualitas rendah berperan besar dalam cepatnya api menyebar,” kata Kepala Kepolisian Eileen Chung.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Hilang Kontak Usai Terjebak Longsor
Eileen menekankan, tindakan ketiga eksekutif sangat lalai karena proyek renovasi berlangsung di pemukiman padat yang dihuni ratusan warga. Penyelidikan akan terus mendalami kemungkinan pelanggaran tambahan, termasuk izin bangunan dan prosedur keselamatan.
Polisi menyatakan temuan berikutnya akan diumumkan setelah pemeriksaan bukti lanjutan selesai. Otoritas berharap hasil investigasi dapat mencegah tragedi serupa di masa depan.
3 Eksekutif Proyek Ditangkap, Penyelidikan Kebakaran Wang Fuk Court Fokus pada Kelalaian Renovasi
Polisi Hong Kong terus mengusut penyebab kebakaran di Wang Fuk Court, dengan fokus utama pada proyek renovasi yang berlangsung saat insiden terjadi. Investigasi awal menunjukkan adanya pengawasan keselamatan yang minim.
Tim penyidik menemukan bahwa bahan bangunan yang digunakan dalam renovasi tidak sesuai standar keamanan, termasuk material mudah terbakar yang mempercepat api menyebar. Hal ini meningkatkan risiko bagi penghuni apartemen.
Selain itu, prosedur evakuasi diduga tidak diterapkan dengan benar. Jalur evakuasi tertutup sebagian dan alarm kebakaran tidak berfungsi optimal, sehingga menyulitkan penghuni menyelamatkan diri.
Pihak berwenang juga menyoroti tanggung jawab manajemen gedung dan perusahaan kontraktor. Kombinasi pengawasan yang lemah dan material tidak aman diyakini menjadi penyebab utama tingginya korban.
Polisi menegaskan penyelidikan akan terus berlangsung untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab dihukum sesuai hukum Hong Kong. Otoritas berharap hasilnya dapat meningkatkan standar keselamatan bangunan di masa depan.
