Sites and Sound – Iran Ungkap Fasilitas Nuklir, Televisi pemerintah Iran menayangkan sebuah dokumenter yang mengklaim telah membongkar aktivitas nuklir rahasia Israel. Dokumenter tersebut menunjukkan dokumen dan rekaman yang diduga kuat berkaitan dengan program nuklir Israel. Sejauh ini, Israel memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi.
Tayangan yang disiarkan pada Rabu (24/9) itu menampilkan salinan paspor yang disebut milik para ilmuwan Israel. Selain itu, ada pula informasi mengenai lokasi situs militer rahasia milik Israel. Bagian paling mengejutkan adalah rekaman yang diklaim diambil dari dalam Reaktor Dimona. Lokasi ini secara luas dipercaya sebagai satu-satunya tempat Israel menyimpan persenjataan nuklir. Namun, status kepemilikan nuklir ini tidak pernah diakui secara resmi oleh Israel.
“Baca Juga: Ustadz di Bekasi Cabuli Anak Angkat dan Keponakan”
Menteri Intelijen Iran, Esmail Khatib, menyatakan bahwa intelijen yang diperoleh pada Juni lalu digunakan untuk menyerang situs-situs sensitif di Israel pada bulan yang sama. Klaim tersebut belum diverifikasi secara independen. Israel juga belum memberikan pernyataan resmi terkait kebenaran informasi yang disajikan dalam dokumenter tersebut.
Dokumenter ini semakin memanaskan ketegangan antara Iran dan Israel. Iran terus menekan Israel terkait program nuklirnya. Di sisi lain, Israel sering menuding Iran mengembangkan senjata nuklir secara sembunyi-sembunyi. Langkah Iran menayangkan dokumenter ini dinilai sebagai respons dari ketegangan yang terus berlanjut. Ini juga menunjukkan kemampuan intelijen Iran untuk mengakses fasilitas rahasia Israel. Dunia internasional kini menanti respons resmi dari pihak Israel.
Iran Ungkap Fasilitas Nuklir, Tuduhan Spionase dan Dokumen Rahasia Israel: Iran Kian Gencar Menekan Lewat Dokumenter
Pejabat Iran mengklaim telah mendapatkan ribuan dokumen rahasia Israel. Mereka menyebut dokumen itu berisi detail situs nuklir dan militer. Klaim ini ditampilkan dalam sebuah dokumenter. Iran juga menuduh Israel memata-matai Direktur IAEA, Rafael Grossi. Mereka menampilkan foto-foto pribadi Grossi sebagai bukti. Teheran mengklaim Israel yang memperoleh foto-foto itu. Tuduhan ini dilansir oleh New Arab.
Sejak serangan mendadak Israel pada Juni, Iran mengecam IAEA. Iran menuduh IAEA terlibat dan gagal mengecam serangan Israel. Amerika Serikat juga dituduh gagal mengecam serangan itu. Serangan tersebut menargetkan fasilitas nuklir Iran. Penayangan film ini terjadi di tengah ketegangan baru. Ketegangan ini terkait aktivitas nuklir Iran.
“Baca Juga: Spanyol Kirim Kapal Perang, Lindungi Kapal Kemanusiaan Gaza”
Negara-negara Barat, dipimpin AS, menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir. Tuduhan ini didukung oleh Israel. Iran membantah tuduhan ini dengan keras. Teheran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan sipil. Namun, Israel memandang program nuklir Iran sebagai ancaman nyata.
Iran dan Israel telah lama terlibat dalam perang bayangan. Perang ini ditandai penangkapan mata-mata oleh Teheran. Israel juga dituduh berada di balik pembunuhan dan sabotase. Serangan ini menargetkan program nuklir Iran. Dokumenter ini bisa jadi bagian dari perang bayangan tersebut. Ini adalah upaya Iran menekan Israel. Iran juga ingin merusak kredibilitas IAEA. Situasi ini menunjukkan eskalasi ketegangan antara kedua negara.
