Sites and Sound –Israel Gempur Doha, Netanyahu Klaim Serangan Sah Serangan udara Israel menghantam ibu kota Qatar, Doha, pada Senin malam (8/9/2025). Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant menyatakan operasi itu sepenuhnya sah. Serangan tersebut dilakukan sehari setelah insiden penembakan di Yerusalem Timur yang menewaskan enam warga Israel.
Menurut pernyataan resmi, target utama serangan adalah seorang pemimpin Hamas yang dianggap dalang serangan 7 Oktober 2023. Netanyahu menegaskan, tokoh tersebut memprakarsai pembantaian dan terus merencanakan aksi kekerasan terhadap Israel. Gallant mendukung pernyataan itu dengan menekankan bahwa Israel memiliki hak membela diri dari ancaman yang berlanjut.
“Operasi ini dibenarkan karena menyasar pimpinan Hamas yang bertanggung jawab atas pembantaian 7 Oktober,” bunyi pernyataan keduanya, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (9/9/2025). Israel menilai tokoh tersebut tidak berhenti melancarkan serangan mematikan terhadap negara dan warga sipilnya.
Namun, serangan di kawasan permukiman Doha memicu kritik luas. Sejumlah pihak menilai langkah Israel melanggar prinsip hukum internasional, termasuk Piagam PBB yang melarang agresi terhadap negara berdaulat. Kritik juga datang dari organisasi hak asasi manusia yang menyoroti potensi korban sipil dan dampak kemanusiaan.
Israel Gempur Doha, Serangan Israel ke Doha Tuai Kritik dan Dukungan Politik
“Pimpinan Hamas ini memprakarsai pembantaian 7 Oktober dan terus melancarkan serangan mematikan,” bunyi pernyataan bersama, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (9/9/2025). Israel menegaskan operasi ini penting untuk melindungi warganya dari ancaman berkelanjutan.
Meski demikian, pengamat menilai langkah Israel berisiko memperluas ketegangan regional. Qatar bukan pihak yang terlibat langsung dalam konflik bersenjata Israel-Hamas, sehingga serangan ini dianggap melanggar prinsip kedaulatan negara. Kritik juga muncul terkait potensi korban sipil akibat serangan di kawasan permukiman.
Dari dalam negeri Israel, dukungan terhadap operasi datang dari kalangan politik. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menyatakan serangan itu sah. Ia menegaskan Israel akan memburu Hamas di mana pun berada. “Teroris tidak memiliki dan tidak akan memiliki kekebalan dari tangan besi Israel,” tulisnya di media sosial.
Hingga kini, otoritas Qatar belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan tersebut. Situasi kawasan diperkirakan semakin tegang, dengan risiko eskalasi meluas. Israel sendiri menegaskan akan melanjutkan operasi militer hingga ancaman Hamas benar-benar berakhir.
Perkembangan selanjutnya masih ditunggu, termasuk respons internasional dan potensi langkah diplomatik dari Qatar maupun negara sekutu di kawasan. Israel sendiri menegaskan akan melanjutkan operasi militernya hingga merasa ancaman dari Hamas benar-benar berakhir.
