Sites and Sound – Israel Serang Warga Gaza Saat Antre Bantuan, 67 Tewas Sedikitnya 67 warga Palestina tewas saat menunggu bantuan makanan akibat tembakan tentara Israel di Gaza utara.Insiden tragis terjadi pada Minggu (20/7/2025) ketika ribuan warga Palestina berkumpul untuk menerima bantuan kemanusiaan dari truk PBB. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, sebanyak 67 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka akibat tembakan pasukan Israel.Menurut laporan, kerumunan itu sedang mengantre di wilayah utara Gaza. Ini menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam rangkaian kekerasan yang menargetkan warga sipil yang mencari bantuan.
Insiden Serupa Terjadi Sehari Sebelumnya
Pada Sabtu (19/7/2025), tentara Israel juga menembaki warga sipil di dua lokasi berbeda. Sebanyak 36 orang tewas di Gaza utara dan enam orang lainnya meninggal di wilayah selatan dekat titik distribusi bantuan.
“Baca Juga: Israel Serang Damaskus di Siang Hari, Warga Panik Berhamburan”
Militer Israel mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke arah kerumunan karena menganggap situasi sebagai ancaman langsung. Mereka juga menyatakan bahwa laporan korban jiwa kemungkinan dilebih-lebihkan dan menegaskan tidak menargetkan truk bantuan secara sengaja.
PBB Kecam Aksi Kekerasan terhadap Warga Sipil
Program Pangan Dunia (WFP) mengonfirmasi bahwa konvoi bantuan mereka yang terdiri dari 25 truk menghadapi kerumunan warga kelaparan. Konvoi tersebut kemudian ditembaki saat memasuki Gaza.
“WFP menegaskan kembali bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil yang mencari bantuan tidak dapat diterima,” ujar pernyataan resmi mereka.
Dampak Terhadap Negosiasi Gencatan Senjata
Seorang pejabat Hamas menyebutkan bahwa meningkatnya korban sipil dapat merusak perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Qatar. Krisis kemanusiaan di Gaza kian memburuk, dan insiden seperti ini hanya memperparah ketegangan yang sudah ada.
Serangan Israel Tewaskan 90 Warga Gaza, Krisis Kemanusiaan Memburuk
Tembakan dan serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 90 warga Palestina di Gaza pada Minggu, memperparah krisis kemanusiaan yang berlangsung.
Otoritas kesehatan melaporkan bahwa korban jiwa meningkat tajam akibat serangkaian serangan Israel, termasuk tembakan langsung dan serangan udara. Wilayah Deir al-Balah menjadi salah satu sasaran utama dalam serangan terbaru ini.
Pesawat tempur Israel membombardir tiga rumah di Deir al-Balah setelah menyebarkan selebaran perintah evakuasi. Puluhan keluarga segera meninggalkan rumah mereka hanya dengan membawa barang seadanya. Daerah ini sebelumnya menjadi tempat perlindungan ratusan ribu warga yang mengungsi dari wilayah lain.
Militer Israel menyatakan tidak memasuki area permukiman yang mereka perintahkan untuk dievakuasi. Mereka mengklaim hanya menargetkan infrastruktur Hamas dengan kekuatan penuh. Namun, sumber militer Israel mengatakan pasukan darat enggan bergerak ke area tersebut karena khawatir para sandera digunakan sebagai tameng hidup.Menurut laporan Israel, dari 50 sandera yang tersisa di , sekitar 20 diyakini masih hidup.
“Baca Juga: Israel Serang Damaskus di Siang Hari, Warga Panik Berhamburan”
Kelaparan Mengancam Jutaan Warga Sipil
PBB menyatakan situasi pangan di kian memburuk. Banyak warga kini kesulitan memperoleh bahan pokok seperti tepung. Kementerian Kesehatan mengungkapkan bahwa 71 anak telah meninggal akibat kelaparan. Sekitar 60.000 anak lainnya menunjukkan gejala kekurangan gizi parah.
Perang bermula pada 7 Oktober 2023 saat Hamas menyerbu Israel, menewaskan 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sejak itu, lebih dari 58.000 warga Palestina tewas dalam serangan militer Israel, menurut data otoritas kesehatan .
Kampanye militer ini telah menghancurkan sebagian besar wilayah dan membuat hampir seluruh penduduknya kehilangan tempat tinggal.
