Sites and Sound – Jubir Hamas Abu Obaida Gugur dalam Serangan di Gaza Juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obaida, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza. Informasi ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, melalui unggahan di platform X. Ia menyebut operasi itu sebagai “eksekusi yang sempurna” yang dilakukan oleh pasukan IDF bersama badan keamanan Shin Bet.
Serangan tersebut menargetkan sebuah gedung permukiman enam lantai di lingkungan padat penduduk Al-Rimal. Menurut laporan setempat, lima rudal menghantam lantai dua dan tiga gedung dari dua arah berbeda secara bersamaan. Serangan ini diyakini diarahkan khusus kepada Abu Obaida, yang dikenal sebagai simbol propaganda Hamas sejak konflik Gaza 2007.
“Baca Juga: Presiden Prabowo: Aksi Demo Ada Provokasi & Pembakaran”
Meski demikian, Hamas belum memberikan konfirmasi resmi terkait kabar kematian jubir mereka. Di sisi lain, kelompok itu menyebut serangan udara Israel telah menewaskan puluhan warga sipil dan melukai banyak lainnya. Wartawan lokal melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas dan 20 orang terluka, termasuk anak-anak, dalam insiden tersebut.
Serangan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, menambah eskalasi ketegangan menjelang rencana operasi darat Israel di Gaza. Observasi dari lokasi menunjukkan kerusakan parah pada gedung dan kepanikan warga sekitar.
Kematian Abu Obaida, jika terkonfirmasi, diyakini akan memengaruhi strategi komunikasi Hamas. Selama ini, ia dikenal dengan pernyataan lantang dan retorika keras terhadap Israel. Situasi di Gaza diperkirakan akan semakin memanas, mengingat serangan balasan dari Hamas kerap mengikuti setiap eskalasi besar.
Jubir Hamas Abu Obaida Tewas, Sosok Sentral Hamas Jadi Target Serangan Israel
Jubir Hamas Abu Obaida Gugur dalam Serangan di Gaza Serangan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, menargetkan sebuah apartemen enam lantai di lingkungan Al-Rimal. Gedung itu digunakan sebagai klinik dokter gigi. Lima rudal menghantam lantai dua dan tiga secara bersamaan dari arah berbeda. Serangan mengakibatkan korban sipil, termasuk anak-anak. Sedikitnya tujuh orang tewas dan 20 lainnya terluka, menurut laporan wartawan lokal.
Saksi mata melaporkan adanya uang tunai dalam jumlah besar yang beterbangan setelah serangan. Beberapa penduduk mengambilnya, namun Hamas kemudian mengamankan kembali uang tersebut. BBC melaporkan jumlah uang yang hilang mencapai ratusan ribu dolar.
“Baca Juga: Gempa Afghanistan: 800 Tewas, Ribuan Terluka”
Abu Obaida dikenal luas sebagai wajah publik Brigade Al-Qassam. Ia sering muncul dengan syal Palestina dan pernyataan keras terhadap Israel. Dalam pidato terakhirnya pada Jumat, 29 Agustus, ia memperingatkan bahwa nasib sandera Israel akan sama dengan pejuang Hamas jika invasi Israel berlanjut.
Abu Obaida termasuk sedikit anggota senior Hamas yang tersisa sejak serangan 7 Oktober 2023 di Israel selatan. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang. Sejak saat itu, lebih dari 63.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat operasi militer Israel, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
Jika kabar kematian Abu Obaida terkonfirmasi, dampaknya akan signifikan bagi strategi komunikasi dan moral Hamas. Situasi Gaza diperkirakan semakin tegang, dengan potensi balasan dari kelompok militan yang masih aktif.
