Sites and Sound – Kebakaran besar melanda permukiman kumuh Korail di Dhaka, Bangladesh, pada Selasa malam (25/11/2025), menghanguskan 1.500 rumah. Ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal, namun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, kata pihak berwenang.
Api baru berhasil dipadamkan Rabu setelah bertahan sekitar 16 jam, menurut Rashed Bin Khalid, petugas Departemen Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil. Letkol Mohammad Tajul Islam Chowdhury, Direktur Pemadam Kebakaran, mengatakan banyak rumah gubuk rusak parah akibat kobaran api yang cepat menyebar.
Baca Juga: WNI Tewas Jadi Korban Kebakaran Apartemen di Hong Kong
Permukiman kumuh Korail menampung sekitar 60.000 keluarga dalam area 65 hektare, dikelilingi kawasan kelas atas Gulshan dan Banani. Asap tebal menyelimuti area tersebut, dan sempitnya gang menyulitkan petugas pemadam mencapai lokasi terdampak. Warga berupaya menyelamatkan barang berharga mereka dari puing-puing sisa kebakaran.
Dhaka, kota berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa, memiliki banyak permukiman kumuh akibat migrasi pedesaan. Warga hidup dari pekerjaan harian, termasuk mengemudi becak, menjadi pembantu rumah tangga, dan bekerja sebagai petugas kebersihan. Bencana alam dan perubahan iklim memperburuk kondisi kehidupan mereka di permukiman padat.
Pihak berwenang menekankan perlunya dukungan darurat dan bantuan kemanusiaan bagi korban. Distribusi logistik, tempat penampungan sementara, dan akses layanan kesehatan menjadi fokus utama untuk meringankan dampak bencana. Upaya pemulihan diperkirakan akan memakan waktu cukup lama.
Kebakaran Warga Dhaka Terpaksa Mengungsi Akibat Kebakaran Permukiman Kumuh
Kebakaran di permukiman kumuh Korail, Dhaka, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Banyak keluarga kini menempati tempat penampungan sementara.
Petugas pemadam kebakaran masih melakukan patroli untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara yang tersisa. Mereka juga membantu membersihkan puing untuk mencegah kebakaran susulan.
Lembaga kemanusiaan lokal dan internasional segera mengirim bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, dan obat-obatan, untuk meringankan beban korban. Prioritas utama adalah keluarga yang kehilangan rumah sepenuhnya.
Pemerintah Bangladesh mengumumkan akan menyediakan dana darurat dan koordinasi jangka panjang untuk pembangunan kembali permukiman yang hancur. Penataan ulang kawasan kumuh menjadi fokus agar bencana serupa bisa diminimalkan.
Warga dan pihak berwenang di Dhaka berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan komunitas lokal dapat mempercepat pemulihan. Perlindungan korban dan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
