Sites and Sound – Sedikitnya 16 orang tewas dalam kebakaran besar yang melanda sebuah pabrik garmen di Bangladesh pada Selasa (14/10/2025). Menurut laporan dinas pemadam kebakaran, seluruh korban ditemukan dalam keadaan hangus dan sulit dikenali.
Kebakaran terjadi sekitar tengah hari dan berhasil dipadamkan setelah tiga jam. Namun, gudang bahan kimia di sebelah pabrik masih terbakar hingga malam hari. Petugas belum memastikan bangunan mana yang terbakar terlebih dahulu, pabrik atau gudang kimia.
Kebakaran Pabrik Garmen Bangladesh, Gudang Kimia Perburuk Situasi
Saksi mata menyebut gudang tersebut berisi bubuk pemutih, plastik, dan hidrogen peroksida, bahan yang sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api. Plastik yang terbakar juga menghasilkan asap beracun, membuat upaya pemadaman semakin sulit.
Direktur Pemadam Kebakaran, Mohammad Tajul Islam Chowdhury, mengatakan para korban kemungkinan meninggal seketika akibat menghirup gas beracun dengan kadar tinggi. “Kebanyakan korban tidak sempat melarikan diri karena terpapar asap beracun,” ujarnya kepada media lokal.
“Baca Juga: Bahar Tewas Dibantai KKB di Gereja GIDI Siloam Papua”
Polisi Selidiki Legalitas Pabrik
Hingga kini, polisi dan militer masih mencari pemilik pabrik dan gudang yang terbakar. Chowdhury menambahkan, penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan apakah operasional gudang kimia tersebut legal.
Kebakaran besar seperti ini bukan hal baru di Bangladesh. Negara berpenduduk padat tersebut sering dilanda insiden industri mematikan akibat lemahnya standar keselamatan dan infrastruktur yang buruk.
Tragedi Kebakaran Berulang di Bangladesh
Dalam beberapa tahun terakhir,Bangladesh telah menelan ratusan korban jiwa. Pada 2021, kebakaran di pabrik makanan menewaskan 52 orang, sementara pada 2019, kebakaran di kawasan bersejarah Dhaka merenggut 78 nyawa.
Tragedi industri paling parah terjadi pada 2013, saat gedung delapan lantai Rana Plaza runtuh, menewaskan lebih dari 1.100 orang.
“Baca Juga: Purbaya Tegaskan Pajak dan Bea Cukai Tetap di Kemenkeu”
Seruan Perbaikan Keselamatan Industri
Tragedi terbaru ini kembali menyoroti rendahnya standar keselamatan kerja di sektor industri Bangladesh. Pemerintah diharapkan segera memperketat pengawasan dan menerapkan regulasi keselamatan yang lebih ketat untuk mencegah jatuhnya korban serupa di masa depan.
Kesimpulan
Kebakaran pabrik garmen di Bangladesh yang menewaskan sedikitnya 16 orang kembali menyoroti lemahnya standar keselamatan industri di negara tersebut. Tragedi ini memperlihatkan bagaimana kelalaian terhadap pengawasan bahan kimia berbahaya dan infrastruktur tidak layak dapat berujung fatal. Dengan banyaknya insiden serupa dalam satu dekade terakhir, pemerintah Bangladesh perlu mengambil langkah tegas melalui penegakan hukum, inspeksi rutin, dan peningkatan fasilitas keselamatan kerja agar tragedi mematikan seperti ini tidak terus berulang.
