Sites and Sound – Ledakan bom mengguncang sebuah demonstrasi di Quetta, Pakistan barat daya, pada Selasa malam (2/9/2025). Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 11 orang dan melukai sekitar 30 orang lainnya. Ledakan terjadi ketika massa mulai meninggalkan lokasi demonstrasi.
Menurut pejabat pemerintah Hamza Shafaat, aksi tersebut digelar untuk memperingati hari kematian Sardar Ataullah Mengal. Mengal dikenal sebagai tokoh nasionalis dan mantan kepala menteri provinsi. Saat massa bubar, bom meledak di area parkir yang ramai.
“Laporan yang kami terima menyebutkan bom meledak saat orang-orang meninggalkan demonstrasi,” kata Shafaat seperti dikutip Reuters. Ia menegaskan aparat keamanan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
“Baca Juga: Kecelakaan di Tol Bintaro, 1 Tewas 2 Terluka”
Sejumlah korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Kondisi beberapa korban dilaporkan kritis. Tim medis dan aparat keamanan bekerja cepat menangani dampak serangan.
Hingga kini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan mematikan tersebut. Polisi setempat terus menyisir lokasi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap pelaku.
Serangan ini menambah daftar panjang insiden kekerasan yang kerap terjadi di provinsi Baluchistan. Kawasan tersebut selama bertahun-tahun menghadapi ketegangan politik dan aksi kelompok bersenjata.
Pemerintah Pakistan diperkirakan akan meningkatkan pengamanan untuk mencegah serangan lanjutan. Warga diminta tetap waspada dan bekerja sama dengan aparat. Peristiwa ini menjadi pengingat ancaman keamanan yang masih membayangi wilayah tersebut.
Ledakan Bom Bunuh Diri di Quetta Tewaskan 11 Orang
Sebuah ledakan bom bunuh diri menewaskan setidaknya 11 orang dalam demonstrasi di Quetta, Pakistan, Selasa malam (2/9/2025). Lebih dari 30 orang lainnya dilaporkan terluka dan beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Demonstrasi itu digelar untuk memperingati wafatnya Sardar Ataullah Mengal, tokoh nasionalis sekaligus mantan kepala menteri provinsi. Saat massa mulai meninggalkan lokasi, bom meledak di area parkir yang dipadati kendaraan dan orang.
Pejabat pemerintah Hamza Shafaat membenarkan lokasi ledakan dan menyebut aparat segera melakukan penyisiran. “Bom meledak saat peserta meninggalkan demonstrasi,” ujarnya kepada media. Polisi juga menutup akses jalan di sekitar lokasi guna mengamankan area.
“Baca Juga: Polisi Duga Penembakan Diplomat Libatkan Pembunuh Bayaran”
Pejabat polisi Athar Rasheed menuturkan, bukti awal mengindikasikan ledakan itu berasal dari bom bunuh diri. Hingga saat ini, belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Quetta, ibu kota provinsi Balochistan, dikenal sebagai wilayah rawan dengan sejarah panjang konflik. Letaknya berbatasan langsung dengan Afghanistan dan Iran, sehingga sering menjadi lokasi aktivitas militan Islamis maupun kelompok separatis Baloch.
Serangan terbaru ini kembali menyoroti rapuhnya kondisi keamanan di Balochistan. Pemerintah Pakistan kemungkinan akan meningkatkan patroli dan memperketat penjagaan di titik-titik strategis.
Insiden di Quetta menjadi pengingat bahwa ancaman teror masih nyata di Pakistan. Penyidikan lanjutan diharapkan dapat mengungkap dalang di balik serangan, sekaligus mencegah terulangnya tragedi serupa.d
