Sites and Sound – Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva mengecam keras Amerika Serikat (AS) atas sikapnya yang menghalangi Presiden Palestina Mahmoud Abbas hadir di Sidang PBB. Kritik itu disampaikan setelah kursi Palestina dibiarkan kosong dalam pertemuan penting mengenai solusi dua negara bagi konflik Israel dan Palestina.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut digelar pada Senin, 22 September 2025, dengan dihadiri sejumlah pemimpin dunia. Forum ini berfokus pada upaya mendorong pengakuan resmi terhadap negara Palestina. Prancis menjadi salah satu negara yang memimpin dukungan internasional dalam forum bersejarah tersebut.
“Baca Juga: Rp70Miliar di Rekening Dormant Jadi Target Penculik Kacab BUMN”
Lula menilai absennya Presiden Abbas merupakan bentuk ketidakadilan yang bertentangan dengan prinsip kesetaraan antarnegara. Ia menegaskan bahwa Palestina berhak didengar langsung dalam forum internasional, terutama ketika membahas solusi konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.
“Bagaimana mungkin kita membicarakan masa depan Palestina tanpa melibatkan Presidennya? Ini jelas tidak adil,” ujar Lula dalam keterangannya. Ia juga menekankan pentingnya peran PBB sebagai wadah yang seharusnya netral, bukan dipengaruhi kepentingan politik negara besar.
Kursi kosong Palestina di forum tersebut menjadi simbol keterbatasan representasi yang dialami bangsa Palestina di kancah global. Banyak pihak menilai, tanpa kehadiran Abbas, pembahasan solusi dua negara terasa timpang dan tidak menyeluruh.
Kasus ini memperlihatkan tantangan serius diplomasi internasional dalam menyelesaikan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Lula menyerukan agar semua pihak memberi ruang setara bagi Palestina dalam setiap perundingan. Ia berharap langkah ke depan lebih inklusif demi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.
Lula Mengecam AS Halangi Abbas Hadiri Forum PBB tentang Solusi Dua Negara
Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menyampaikan kecaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) karena mencegah Presiden Palestina Mahmoud Abbas hadir di Sidang PBB. Kritik itu ia sampaikan langsung dalam pidatonya di forum internasional pada Selasa (23/9/2025) malam.
Lula menilai, tidak hadirnya Abbas pada sidang yang membahas solusi dua negara sangat merugikan. Ia menekankan, kehadiran pemimpin Palestina dibutuhkan agar suara resmi negaranya terdengar jelas di forum global. Ucapan Lula tersebut sontak mendapat sambutan tepuk tangan dari para peserta sidang, menandakan dukungan internasional atas pernyataannya.
“Presiden Palestina Mahmoud Abbas seharusnya bisa menduduki kursinya pada momen penting ini, namun dicegah oleh tuan rumah,” ujar Lula, dikutip dari Reuters. Ia menambahkan, absennya Abbas telah mengurangi nilai representasi Palestina dalam diskusi perdamaian.
“Baca Juga: Pidato Presiden Prabowo di KTT PBB Terkait Palestina Merdeka”
Sidang tingkat tinggi tersebut membahas salah satu isu paling rumit dalam konflik panjang Israel-Palestina, yakni penerapan solusi dua negara. Ketidakhadiran Abbas memunculkan kritik keras terhadap AS, yang dianggap menghalangi Palestina untuk terlibat langsung dalam pembahasan resmi.
Kritik Lula dianggap memperkuat desakan agar Palestina diberikan ruang penuh di meja perundingan. Kursi kosong yang ditinggalkan Abbas menjadi simbol lemahnya keadilan dalam diplomasi global.
Situasi ini juga menunjukkan betapa sulitnya komunitas internasional mencari jalan damai yang seimbang di Timur Tengah. Lula menegaskan, tanpa kehadiran Palestina, setiap pembahasan tentang solusi dua negara berisiko tidak menyeluruh dan kehilangan makna.
