SITESANDSOUND.ORG – Polisi Inggris menegaskan bahwa penikaman massal yang terjadi di dalam kereta api di wilayah timur Inggris bukan aksi terorisme. Insiden ini dilakukan oleh satu pelaku tunggal yang kini telah ditahan. Serangan tersebut menyebabkan 11 orang dilarikan ke rumah sakit, termasuk seorang kru kereta yang berusaha menghentikan pelaku.
Identitas Pelaku dan Kondisi Korban Penikaman Massal di Kereta Inggris
Pihak kepolisian menyebut tersangka adalah pria berkebangsaan Inggris berusia 32 tahun. Seorang pria lain yang sempat ditahan akhirnya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat. Dari total korban luka, lima orang sudah dipulangkan. Namun, seorang kru kereta masih berada dalam kondisi kritis. Polisi menyatakan tindakan kru tersebut sangat berani dan berperan menyelamatkan banyak penumpang. Senjata berupa pisau ditemukan di lokasi kejadian.
Baca Juga: Truk BBM terguling di Cianjur, Ruko dan Pos Polisi Hangus
Proses Penyidikan dan Temuan Awal
Unit Polisi Antiteror sempat membantu penyelidikan awal untuk melihat kemungkinan keterlibatan terorisme. Namun, setelah peninjauan rekaman CCTV dan pemeriksaan awal lainnya, tidak ditemukan indikasi keterkaitan dengan aksi teror. Fokus penyelidikan kini bergeser pada latar belakang pelaku dan peristiwa sebelum serangan. Wakil Kepala Polisi Stuart Cundy menyatakan bahwa polisi yakin tidak ada tersangka lain yang terlibat.
Reaksi Pemerintah dan Publik Penikaman Massal di Kereta Inggris
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut insiden ini sebagai peristiwa yang mengerikan dan memprihatinkan. Raja Charles juga menyampaikan keterkejutannya. Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood meminta masyarakat tidak berspekulasi untuk mencegah penyebaran rumor, seperti yang pernah terjadi pada insiden di Southport tahun 2024. Dalam satu dekade terakhir, kejahatan bersenjata tajam di Inggris dan Wales meningkat 87 persen.
Kekhawatiran Meningkatnya Kejahatan Bertajam
Insiden ini memicu kembali kekhawatiran publik mengenai tren kekerasan menggunakan pisau di Inggris. Pemerintah diharapkan memperkuat pencegahan, penegakan hukum, serta pendekatan sosial untuk meredam risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Kesimpulan
Insiden penikaman massal di kereta Inggris dilakukan oleh satu pelaku dan tidak terkait dengan aksi terorisme. Polisi kini fokus menyelidiki latar belakang pelaku serta peristiwa yang memicu serangan. Respons cepat kru kereta yang terluka parah dinilai telah menyelamatkan banyak nyawa. Peristiwa ini kembali menyoroti meningkatnya kasus kejahatan menggunakan senjata tajam di Inggris. Pemerintah diharapkan mengambil langkah pencegahan yang lebih kuat, baik melalui penegakan hukum maupun edukasi masyarakat, untuk menekan kejadian serupa di masa mendatang.
