Sites and Sound – residen Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa ia akan melakukan panggilan telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (3/7/2025). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Putin saat menghadiri pameran produk Rusia di Moskow.
Dalam forum tersebut, Putin menyampaikan bahwa percakapan itu akan berlangsung pada pukul 14:00 GMT. Ia juga menyebut akan menyarankan Trump untuk mempromosikan beberapa produk Rusia di pasar Amerika. Meski demikian, Putin tidak menjelaskan detail isi atau agenda pasti pembicaraan mereka.
Trump sendiri telah mengonfirmasi rencana komunikasi tersebut dan menyatakan bahwa percakapan itu merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik. Sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, keduanya telah tercatat melakukan lima kali komunikasi resmi.
Uniknya, dalam forum pameran tersebut, membuka kesempatan bagi peserta untuk menyumbangkan pertanyaan yang bisa ia ajukan kepada Trump. Salah satu pengunjung menyarankan agar Putin membicarakan potensi pertukaran film yang dapat merepresentasikan nilai-nilai budaya antara Rusia dan Amerika Serikat.
Putin menanggapi dengan antusias dan menyatakan bahwa pertukaran budaya merupakan salah satu elemen penting dalam diplomasi modern. Ia juga menilai kerja sama ekonomi dan budaya harus berjalan beriringan dengan dialog politik.
Percakapan telepon ini menjadi perhatian internasional di tengah dinamika hubungan Rusia-AS yang terus berkembang. Meski agenda spesifik belum diumumkan, para pengamat memperkirakan isu geopolitik, perdagangan, dan kebijakan luar negeri akan menjadi topik utama dalam dialog tersebut.
Pemerintah kedua negara diharapkan segera merilis pernyataan resmi usai percakapan untuk memberikan gambaran arah hubungan bilateral ke depan.
“Baca Juga: Kapal Feri Tenggelam di Selat Bali, 15 Orang Belum Ditemukan”
Putin dan Trump Bahas Akhir Konflik Ukraina serta Pemulihan Hubungan Bilateral
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar panggilan telepon penting pada Kamis (3/7/2025). Fokus diskusi mereka mencakup tiga isu utama: mengakhiri konflik di Ukraina, pengendalian senjata, dan pemulihan hubungan bilateral yang memburuk.
Putin menyampaikan bahwa hubungan Rusia-AS mencapai titik terendah selama pemerintahan AS sebelumnya. Oleh karena itu, dialog ini menjadi langkah penting untuk memulihkan komunikasi strategis.
Ini merupakan panggilan keenam sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025. Putin mengakui bahwa ia harus meninggalkan pameran di Moskow lebih awal demi menghormati jadwal percakapan tersebut. “Akan canggung jika membuat Presiden AS menunggu,” ucapnya.
Diskusi berjalan dalam suasana formal dan difokuskan pada diplomasi. Putin tidak merinci hasil konkret dari pertemuan telepon tersebut, tetapi menyebut perbincangan berlangsung konstruktif dan terbuka.
Serangan Israel ke Iran Juga Jadi Topik Panggilan Terakhir
Sebelumnya, panggilan terakhir antara kedua pemimpin berlangsung pada 14 Juni 2025. Isu utama dalam percakapan itu adalah serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, serta respons Teheran terhadap aksi tersebut.
Topik tersebut menjadi perhatian internasional karena berpotensi memicu ketegangan regional. Trump dan Putin sama-sama menyerukan stabilitas di Timur Tengah, menurut laporan pejabat yang mengetahui isi pembicaraan.
Pada 12 Juni, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan ucapan selamat Hari Nasional kepada Rusia. Namun, ucapan itu dikritik oleh pemerintah Ukraina, yang menyebut Moskow tak layak diberi panggung diplomatik.
Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov enggan mengomentari apakah Putin akan mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan AS pada 4 Juli.
“Baca Juga: Dokter Marwan Gugur Saat Israel Serang RS Indonesia”
