Sites and Sound – Serangan terbaru di Gaza utara kembali memanaskan konflik Israel dan Palestina. Pada Senin, 7 Juli 2025, pejuang Hamas Palestina melancarkan penyergapan mematikan di wilayah Beit Hanoun. Akibat serangan ini, sedikitnya enam tentara Israel tewas dan lebih dari sepuluh lainnya mengalami luka-luka. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling berdampak dalam beberapa pekan terakhir di Gaza.
Menurut laporan media Israel dan sumber lokal, serangan bermula saat pejuang Hamas meledakkan alat peledak yang menargetkan kendaraan lapis baja milik tentara Israel. Beberapa saat kemudian, pasukan perlawanan juga menyerang robot pembawa amunisi dengan rudal anti-tank saat perangkat tersebut sedang dipersiapkan. Tidak berhenti di situ, pejuang Hamas juga menembaki pasukan penyelamat Israel yang datang ke lokasi kejadian.
“Baca Juga: 72 Mobil Disita Terkait Kasus Korupsi Sritex, Dijaga Ketat TNI“
Dilaporkan, beberapa tentara Israel terbakar hidup-hidup di dalam kendaraan lapis baja akibat serangan tersebut. Satu tentara Israel dinyatakan hilang, dan diduga telah ditawan oleh pejuang Hamas. Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) segera melancarkan operasi penyelamatan untuk mengevakuasi korban dari lokasi serangan.
Warga Ashkelon, sebuah kota di dekat utara Gaza, mengaku mendengar ledakan besar saat insiden terjadi. Sumber Israel juga mengonfirmasi bahwa di antara korban luka terdapat seorang perwira senior. Palestine Chronicles menjadi salah satu media yang mengabarkan kronologi dan eskalasi situasi di lapangan.
Peristiwa di Beit Hanoun menunjukkan konflik di Gaza masih jauh dari kata usai. Serangan balasan dan operasi penyelamatan kemungkinan besar akan terus berlangsung dalam waktu dekat. Situasi ini menegaskan bahwa eskalasi kekerasan masih menjadi ancaman serius di wilayah tersebut, dan dunia internasional kembali mengarahkan perhatian ke Gaza.
Unit Yahalom Jadi Target Serangan Hamas di Gaza
Serangan Hamas di Beit Hanoun, Gaza utara, menyasar unit teknik elit Yahalom dari militer Israel. Unit ini dikenal memiliki spesialisasi dalam penanganan bahan peledak dan pembongkaran rumah-rumah warga Palestina. Sumber Al Jazeera menyebutkan, anggota unit tersebut menjadi korban utama dalam serangan yang terjadi pada Senin, 7 Juli 2025.
Evakuasi korban berlangsung dramatis di tengah situasi kacau. Helikopter militer dikerahkan untuk mengangkut korban luka dari lokasi kejadian. Dalam prosesnya, helikopter juga melepaskan tembakan ke arah sekitar untuk mengamankan wilayah. Saksi mata dan media Israel menggambarkan suasana di tempat kejadian sebagai sangat kacau. Beberapa kendaraan militer Israel terlihat terbakar hebat, dan situasi di lokasi terus berkembang hingga sore hari.
Eskalasi Serangan Hamas di Jalur Gaza Semakin Meluas
Serangan terhadap unit Yahalom bukan insiden tunggal dalam eskalasi konflik terbaru di Jalur Gaza. Dalam beberapa minggu terakhir, operasi perlawanan Hamas semakin meningkat di berbagai wilayah Gaza. Data terbaru menunjukkan, bulan Juni 2025 menjadi periode paling mematikan bagi pasukan Israel sejak awal perang.
“Baca Juga: Guru Malaysia Geram Murid Jawab Ujian Pakai Bahasa Indonesia”
Dalam sebulan terakhir saja, sebanyak 20 tentara dan perwira Israel dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya luka-luka akibat serangan pejuang Hamas. Sepuluh hari sebelumnya, militer Israel mengumumkan tewasnya seorang perwira dan enam tentara dalam pertempuran di Gaza selatan. Pernyataan ini keluar setelah insiden penyergapan di Khan Younis yang juga menewaskan empat tentara Israel dan melukai 17 lainnya.
Situasi ini menandai peningkatan intensitas perlawanan di Gaza. Konflik diperkirakan akan terus berlangsung seiring bertambahnya operasi militer di wilayah tersebut.
