Sites and Sound – Puluhan tank dan kendaraan tempur Israel dilaporkan masuk ke distrik utama Kota Gaza dalam serangan darat besar-besaran hari kedua. Kehadiran tank di Sheikh Radwan menandai fase baru operasi militer yang disebut Israel sebagai upaya merebut kendali penuh atas wilayah tersebut.
Rekaman video menunjukkan tank, buldoser, dan pengangkut personel lapis baja bergerak di tepi Sheikh Radwan, wilayah padat penduduk di utara Kota Gaza. Asap tebal terlihat membumbung saat pasukan Israel menembakkan artileri dan bom asap untuk menutupi pergerakan mereka.
“Baca Juga: Pria Penghuni Panti Tewas Terseret Arus Bengawan Solo”
Distrik Sheikh Radwan, yang sebelum perang dihuni puluhan ribu orang, termasuk kawasan Abu Iskandar, al-Tawam, dan al-Saftawi. Wilayah ini berhubungan langsung dengan Jalan al-Jalaa, jalur penting yang menghubungkan pusat Kota Gaza dengan bagian utara. Menurut laporan BBC, serangan darat pada Rabu (17/9/2025) itu dilakukan setelah rentetan serangan udara yang menghancurkan gedung dan infrastruktur utama di wilayah tersebut.
Serangan besar Israel di Kota Gaza menandai babak baru konflik berkepanjangan yang semakin memperdalam penderitaan warga sipil. Situasi ini memicu desakan global agar kedua pihak menghentikan kekerasan dan mencari solusi politik yang lebih manusiawi.
Tank Tank Israel Serbu Permukiman, IDF Klaim Serang 150 Target di Gaza, Korban Tembus 65 Ribu
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan telah menyerang lebih dari 150 target di Kota Gaza hanya dalam dua hari terakhir. Serangan besar ini dilakukan untuk mendukung operasi pasukan darat yang kini masuk ke wilayah permukiman padat.
Pada Selasa (16/9/2025), IDF menyebut sekitar 350.000 orang telah meninggalkan Kota Gaza. Namun, data PBB mencatat 190.000 pengungsi sejak Agustus, sementara sekitar 650.000 warga diperkirakan masih bertahan di kota tersebut.
Israel melancarkan perang di Gaza sebagai balasan atas serangan Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya. Sejak saat itu, korban di pihak Palestina terus meningkat tajam.
“Baca Juga: Ratusan Ribu Pendemo di Prancis Tolak Pemangkasan Anggaran”
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, setidaknya 65.062 orang tewas akibat serangan Israel hingga kini. Hampir separuh korban adalah perempuan dan anak-anak. Pada Rabu, kementerian melaporkan 98 orang tewas dan 385 terluka hanya dalam 24 jam terakhir. Empat orang tambahan meninggal karena malnutrisi, sehingga total korban kelaparan mencapai 154 jiwa sejak PBB menyatakan status kelaparan pada akhir Agustus.
PBB memperingatkan bahwa intensifikasi serangan akan memperburuk krisis kemanusiaan. Komisi penyelidikan PBB bahkan menyatakan Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza, memperkuat kecaman internasional terhadap operasi militer ini.
