Sites and Sound – Topan Super Ragasa Hantam Hong Kong,, Di Hong Kong, Ragasa memicu banjir di pulau Lantau yang berdekatan dengan bandara internasional. Jalan-jalan tergenang, rumah warga terendam, dan transportasi publik terganggu. Otoritas menutup sekolah serta meminta warga menghindari perjalanan tidak penting. Kecepatan angin mencapai 200 kilometer per jam, membuat wilayah pesisir dalam kondisi siaga tinggi.
“Ini salah satu topan paling berbahaya yang kami hadapi dalam satu dekade,” ujar seorang pejabat cuaca Hong Kong. Pusat Peringatan Topan setempat memperingatkan badai akan terus mempertahankan kekuatannya saat bergerak ke arah Guangdong. Provinsi itu dihuni lebih dari 125 juta orang, sehingga risiko bencana semakin besar.
“Baca Juga: 5 Warga Sipil Tewas, Kontak Senjata Pecah di Papua”
Para pakar iklim menilai intensitas Ragasa menjadi peringatan serius atas dampak perubahan iklim. Mereka menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan infrastruktur tahan bencana di kawasan rawan. Pemerintah di China daratan kini bersiap menghadapi potensi kerusakan besar di daerah padat penduduk.
Ragasa diperkirakan masih akan menimbulkan cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Warga di jalur badai diminta tetap waspada terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi. Otoritas juga mengingatkan kemungkinan gangguan energi, logistik, dan komunikasi di wilayah terdampak.
Topan Super Ragasa Hantam Hong Kong, Hong Kong Naikkan Sinyal Topan ke Level Tertinggi, China Evakuasi Ratusan Ribu Warga Guangdong
Hong Kong mengeluarkan sinyal topan nomor 10, level tertinggi, pada Rabu (24/9/2025). Otoritas juga menetapkan sinyal hujan badai Amber sebagai peringatan hujan deras yang masih berlangsung. Pemerintah meminta bisnis, sekolah, dan layanan transportasi menghentikan operasi demi keselamatan publik.
Di China, lebih dari 770.000 orang telah dievakuasi dari wilayah pesisir Guangdong. Aktivitas di sekolah, layanan kereta cepat, dan penerbangan di bandara utama Guangzhou serta Shenzhen dihentikan sementara. Otoritas maritim memperingatkan gelombang badai setinggi 2,8 meter berpotensi menghantam kawasan pesisir dalam waktu dekat.
Pemerintah pusat segera mengirim bantuan darurat. Bantuan berupa tenda, peralatan penyelamatan, dan logistik dasar mulai disalurkan ke daerah terdampak. “Prioritas kami adalah keselamatan warga dan pemulihan cepat setelah badai,” ujar seorang pejabat manajemen darurat China.
“Baca Juga: Eks Presiden Filipina Didakwa ICC atas Kejahatan Kemanusiaan”
Sementara itu, Makau mengambil langkah drastis dengan menutup kasino untuk mencegah risiko besar saat badai menerjang. Para tamu hotel dilarang keluar dari properti demi keamanan. Industri pariwisata yang menjadi tulang punggung Makau diperkirakan mengalami kerugian besar akibat penutupan ini.
Situasi di Hong Kong, Guangdong, dan Makau menegaskan skala ancaman Ragasa yang belum mereda. Dampak topan ini memengaruhi jutaan orang dan melumpuhkan aktivitas ekonomi regional. Para ahli memperkirakan proses pemulihan akan berlangsung lama, terutama di daerah pesisir yang paling parah terkena dampak.
Dengan prediksi hujan deras dan gelombang tinggi yang masih berlanjut, otoritas menyerukan kewaspadaan penuh. Ragasa menjadi pengingat penting bahwa kawasan Asia Timur harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap badai tropis ekstrem.
