Sites and Sound – Ukraina sedang mempersiapkan rencana perdamaian baru untuk disampaikan kepada Gedung Putih. Langkah ini diambil setelah negosiasi intensif antara Kyiv dan Washington gagal menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima. Presiden Volodymyr Zelensky kembali menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah dalam bentuk apa pun.
Zelensky menolak keras usulan yang mengharuskan Ukraina melepas wilayah. Ia menyatakan bahwa hukum Ukraina dan hukum internasional tidak mengizinkan kompromi semacam itu. Setelah bertemu para pemimpin Eropa dan NATO, Zelensky menegaskan posisi tegasnya agar AS tidak mendukung kesepakatan yang justru melemahkan Ukraina di masa depan. Zelensky menyebut proposal baru dapat dikirim paling cepat pada Selasa.
Tur diplomatik Zelensky ke Eropa terjadi setelah negosiasi panjang antara negosiator Ukraina dan AS berakhir buntu. Kepala negosiator Rustem Umerov menjelaskan bahwa Zelensky akan menyampaikan rincian penuh perundingan langsung antara AS dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pernyataannya kepada BBC, Zelensky menegaskan bahwa Rusia tetap menuntut penyerahan wilayah, tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut secara moral maupun hukum.
Rusia mengklaim kemajuan di garis depan, termasuk operasi menuju Myrnohrad dan klaim penguasaan Pokrovsk. Ukraina membantah klaim itu, bahkan merilis video yang menunjukkan pasukannya masih bertempur di kota tersebut. Zelensky mengatakan rencana AS yang awalnya 28 poin kini dipangkas menjadi 20 poin. Namun, tidak ada poin penting yang menguntungkan Ukraina yang dihapus.
Zelensky menyebut isu Donbas dan PLTN Zaporizhzhia sebagai prioritas yang sangat sensitif. Para pemimpin Eropa menilai ada kemajuan dalam penyempurnaan rancangan, namun tetap menolak poin yang berpotensi melemahkan posisi. Pemerintahan Trump disebut aktif mencoba menengahi konflik, meski belum ada tanda kemajuan substansial dari sisi Rusia.
Ukraina Siapkan Strategi Diplomatik Baru untuk Lindungi Wilayah
Ukraina tengah menyusun strategi diplomatik baru untuk memastikan kedaulatan wilayah tetap terlindungi. Tim Presiden Zelensky berkoordinasi dengan pejabat Eropa dan NATO guna menghindari konsesi yang dapat melemahkan negara. Rencana ini dirancang untuk menyeimbangkan tekanan diplomatik dari Amerika Serikat sekaligus menjaga keamanan nasional.
Presiden Zelensky menegaskan Ukraina tidak akan menyerahkan wilayah apa pun kepada Rusia. Berdasarkan hukum nasional dan hukum internasional, setiap konsesi teritorial harus disahkan melalui referendum publik. Penegasan ini menunjukkan komitmen terhadap integritas wilayah dan kepentingan rakyatnya.
Kepala negosiator Rustem Umerov menyatakan Zelensky akan menyampaikan rincian perundingan langsung antara AS dan Rusia. Pertemuan tersebut bertujuan memastikan bahwa setiap kesepakatan tidak membahayakan posisi strategis. Fokusnya tetap pada keamanan, stabilitas regional, dan kepentingan jangka panjang
Meskipun fokus pada diplomasi, Ukraina tetap memantau aktivitas militer di garis depan. Rusia mengklaim kemajuan di wilayah Donbas, namun menegaskan pasukannya masih mempertahankan posisi strategis. Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara diplomasi dan kesiapsiagaan pertahanan.
Rencana perdamaian baru diharapkan dapat diajukan ke AS dalam waktu dekat. berkomitmen melindungi kedaulatan sambil membuka peluang dialog internasional yang konstruktif. Strategi ini menunjukkan kemampuan negara untuk mengelola tekanan global sambil mempertahankan hak konstitusional dan keamanan nasional.
