Honda Perpanjang Kemitraan dengan GAC hingga 2038 Meski Penjualan di China Terus Menurun
sitesandsounds – Honda menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di pasar otomotif China meskipun penjualannya mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Alih-alih mengurangi investasinya, produsen otomotif asal Jepang tersebut justru memperpanjang masa kerja sama dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama satu dekade tambahan hingga 2038.
Keputusan ini menunjukkan bahwa Honda masih memandang China sebagai pasar strategis, terutama di tengah percepatan transisi menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Langkah tersebut juga menjadi sinyal bahwa perusahaan memilih membangun strategi jangka panjang dibanding mengambil keputusan jangka pendek akibat penurunan penjualan.
Honda Memastikan Kerja Sama dengan GAC Berlanjut hingga 2038
Honda mengumumkan perpanjangan kemitraan joint venture bersama Guangzhou Automobile Group (GAC), meski perjanjian sebelumnya sebenarnya masih berlaku hingga 2028. Dengan kesepakatan baru tersebut, kedua perusahaan akan terus bekerja sama selama 10 tahun tambahan.
Dikutip dari Carscoops pada Jumat (24/7/2026), keputusan tersebut diambil setelah Honda menilai bahwa pasar otomotif China masih memiliki potensi besar dalam jangka panjang, terutama ketika kendaraan listrik diperkirakan menjadi standar utama industri.
Kemitraan Honda dan GAC sendiri telah berlangsung sejak 1999. Selama lebih dari dua dekade, kolaborasi tersebut berhasil memproduksi dan menjual lebih dari 11 juta kendaraan kepada konsumen di China.
Penjualan Honda di China Turun Sekitar 60 Persen dalam Lima Tahun
Di balik keputusan memperpanjang kemitraan tersebut, Honda masih menghadapi tekanan besar dari sisi penjualan. Dalam lima tahun terakhir, performa perusahaan di pasar China terus melemah.
Pada 2020, Honda masih mampu membukukan penjualan sekitar 1,62 juta unit kendaraan melalui dua perusahaan patungannya, yaitu GAC Honda dan Dongfeng Honda.
Namun, kondisi berubah drastis pada 2025. Total penjualan Honda di China hanya mencapai sekitar 640.000 unit. Angka itu mencerminkan penurunan hampir 60 persen dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Dari total penjualan tersebut, sekitar 340.000 unit berasal dari GAC Honda, sedangkan sisanya disumbangkan oleh Dongfeng Honda.
Penurunan tersebut terjadi ketika produsen otomotif lokal terus memperkuat dominasinya melalui kendaraan listrik dengan harga lebih kompetitif dan teknologi yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen China.
Baca Juga : “Alva Sediakan Fasilitas Isi Baterai Motor Listrik Terbanyak“
Honda Menilai Pasar Otomotif China Berubah Sangat Cepat
Honda mengakui bahwa industri otomotif China kini berkembang jauh lebih cepat dibandingkan beberapa tahun lalu. Pergeseran minat masyarakat menuju kendaraan listrik menjadi salah satu faktor utama yang mengubah peta persaingan.
Dalam keterangannya kepada Nikkei Asia, juru bicara Honda menjelaskan bahwa keputusan memperpanjang kerja sama dengan GAC merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Meskipun kelangsungan bisnis membutuhkan jangka waktu tertentu, pasar otomotif China berubah dengan sangat cepat. Kami mengambil keputusan ini agar dapat mengevaluasi perkembangan lingkungan bisnis.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Honda masih ingin menjaga fleksibilitas bisnis sambil terus memantau arah perkembangan industri otomotif terbesar di dunia tersebut.
Persaingan Semakin Ketat karena Dominasi Produsen Mobil Lokal
Produsen otomotif asal China kini menjadi pesaing utama bagi merek-merek global. Mereka berhasil menarik perhatian konsumen melalui kombinasi harga yang lebih terjangkau, teknologi digital yang canggih, serta inovasi kendaraan listrik yang berkembang sangat cepat.
Kondisi tersebut membuat berbagai merek Jepang, Eropa, hingga Amerika Serikat menghadapi tantangan yang sama untuk mempertahankan pangsa pasar mereka.
Honda pun tidak terkecuali. Meskipun memiliki reputasi kuat dalam kendaraan bermesin bensin dan hybrid, perusahaan kini harus beradaptasi dengan preferensi konsumen China yang semakin berorientasi pada kendaraan listrik.
Honda Mulai Memperluas Portofolio Kendaraan Listrik di China
Sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan pasar, Honda mulai memperkuat lini kendaraan listrik khusus untuk China.
Pada 2024, perusahaan memperkenalkan seri kendaraan listrik Ye. Model Ye P7 diproduksi melalui kerja sama dengan GAC, sedangkan Ye S7 dikembangkan bersama Dongfeng.
Kedua model tersebut dirancang secara khusus untuk pasar China sehingga memiliki desain dan karakter yang berbeda dibandingkan produk Honda yang dipasarkan di Amerika Serikat maupun kawasan lain.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Honda mulai menerapkan pendekatan yang lebih lokal agar mampu mengikuti kebutuhan konsumen China yang berkembang sangat cepat.
Model Baru Honda Masih Menghadapi Tantangan Besar
Meski telah menghadirkan lini kendaraan listrik baru, respons pasar belum sesuai harapan perusahaan. Penjualan model Ye masih belum mampu memberikan dorongan signifikan terhadap performa Honda di China.
Situasi ini memperlihatkan bahwa menghadirkan kendaraan listrik saja belum cukup. Persaingan kini bergeser pada kemampuan menawarkan teknologi, fitur pintar, ekosistem digital, serta harga yang kompetitif.
Di sisi lain, produsen lokal terus memperluas inovasi mereka dengan meluncurkan model baru dalam waktu yang relatif singkat. Kondisi tersebut membuat persaingan menjadi semakin ketat bagi seluruh produsen otomotif asing.
Masa Depan Honda Bergantung pada Strategi Kendaraan Listrik
Keputusan memperpanjang kemitraan dengan GAC menjadi bukti bahwa Honda belum menyerah terhadap pasar otomotif China. Perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan jangka panjang meski saat ini menghadapi tekanan penjualan yang cukup besar.
Ke depan, keberhasilan Honda akan sangat bergantung pada kemampuannya menghadirkan kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen China. Kombinasi harga kompetitif, teknologi mutakhir, serta inovasi produk akan menjadi faktor penting jika Honda ingin kembali memperkuat posisinya di pasar otomotif terbesar di dunia.
