Sites and Sound – Pemerintah Indonesia akan melanjutkan program insentif untuk Low Cost Green Car (LCGC) hingga 2031. Keputusan ini diambil setelah terbukti program ini berhasil meningkatkan kepemilikan kendaraan di masyarakat dan mendukung industri otomotif. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan bahwa insentif ini akan terus diberlakukan untuk menjaga stabilitas industri otomotif nasional.
Program LCGC pertama kali diluncurkan pada 2013 dengan tujuan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat luas dalam memiliki mobil. Tahun peluncuran, angka penjualan mobil LCGC mencapai lebih dari satu juta unit. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program ini. Namun, data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam penjualan. Menurut Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil pada tahun 2025 hanya mencapai 64.063 unit, sebuah penurunan sebesar 28,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Baca Juga: Iran Siapkan Anggaran Militer Besar untuk Hadapi Perang Panjang”
Penurunan penjualan ini mengindikasikan adanya penurunan daya beli masyarakat. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam mempertahankan daya tarik program LCGC, meskipun ada penurunan dalam angka penjualan. Dengan melanjutkan insentif, diharapkan program ini tetap dapat memberikan peluang bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan harga lebih terjangkau.
Ke depan, program LCGC diharapkan tetap menjadi solusi untuk meningkatkan kepemilikan mobil di Indonesia, terutama di kalangan masyarakat dengan daya beli yang lebih rendah. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan program ini guna mendukung industri otomotif Indonesia.
Penjualan Mobil LCGC Juni 2025: Daihatsu Sigra Pimpin, Penurunan Penjualan Terjadi
Penjualan mobil Low Cost Green Car (LCGC) pada Juni 2025 menunjukkan hasil yang beragam. Daihatsu Sigra menduduki peringkat pertama dengan penjualan sebanyak 2.742 unit. Namun, penjualan ini mengalami penurunan sebesar 10,36 persen dibandingkan Mei 2025.
Honda Brio Satya menempati urutan kedua dengan distribusi mencapai 2.201 unit, naik signifikan sebesar 69,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, Toyota Calya berada di posisi ketiga dengan penjualan 1.662 unit, yang turun sebesar 32,98 persen dari bulan Mei.
Di bawahnya, Daihatsu Ayla mencatatkan penjualan sebanyak 747 unit, sedangkan Toyota Agya hanya terjual 410 unit pada Juni 2025. Total penjualan mobil LCGC sepanjang semester I 2025 tercatat sebanyak 64.063 unit, mengalami penurunan 28,5 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, yang mencapai 89.643 unit.
“Baca Juga: Identitas Pembunuh Pria Bersarung di Tangsel Terkuak”
Program LCGC yang dikeluarkan pemerintah bertujuan memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki mobil baru dengan harga terjangkau. Mobil LCGC dijual dengan harga kisaran Rp150 juta hingga Rp180 juta, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Dengan penurunan penjualan ini, pemerintah akan terus memantau dampak dari program LCGC dan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga daya tarik program tersebut ke depannya.
