Sites and Sound – Spesifikasi Rantis Rimueng Brimob, Berat 14 Ton Insiden tragis terjadi di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (28/8/2025) malam, saat aparat Brimob membubarkan aksi demonstrasi. Dalam kejadian itu, sebuah kendaraan taktis (rantis) Rimueng diduga melindas seorang driver ojek online (ojol) yang sedang menyeberang jalan. Peristiwa ini terekam jelas dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial.
Berdasarkan rekaman tersebut, rantis Brimob tampak melaju di tengah upaya membubarkan massa. Seorang driver ojol terlihat berusaha menyeberang jalan, namun tiba-tiba terhantam bagian depan rantis. Tubuh korban jatuh tepat di depan ban kanan bagian depan kendaraan, lalu terseret beberapa meter. Alih-alih berhenti atau memundurkan kendaraan, rantis itu justru terus melaju hingga melindas tubuh korban.
“Baca Juga: Rumah Sahroni Digeruduk Massa, Dolar Berserakan”
Kejadian ini menimbulkan kecaman dan sorotan tajam dari publik. Banyak warganet menilai insiden tersebut menunjukkan lemahnya pengendalian situasi oleh aparat di lapangan. Meski begitu, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi detail maupun status pengemudi ojol yang terlibat.
Peristiwa nahas ini menjadi perhatian serius terkait penggunaan kendaraan taktis dalam penanganan demonstrasi. Para pengamat menekankan pentingnya evaluasi prosedur operasi standar agar aparat lebih mengutamakan keselamatan warga sipil. Penyelidikan lanjutan diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya serta memberi kepastian hukum bagi keluarga korban.
Spesifikasi Rantis Rimueng Brimob, Kendaraan Taktis Berlapis Baja
Rantis Rimueng merupakan kendaraan taktis andalan Korps Brimob Polri yang dirancang untuk menghadapi situasi berisiko tinggi. Kendaraan ini dibangun dengan bodi full armor yang mampu memberikan perlindungan maksimal bagi personel di dalamnya. Desain lapis baja tersebut membuat Rimueng efektif digunakan dalam operasi pengamanan, baik di perkotaan maupun medan ekstrem.
Dari sisi ketahanan, bodi Rimueng didukung material baja khusus dengan bobot tempur mulai 6,6 ton hingga 14 ton. Kaca depan dan samping sudah memenuhi standar NIJ Level 3, sehingga sanggup menahan serangan senjata ringan. Perlindungan ini menegaskan posisi Rimueng sebagai kendaraan tempur serbaguna dalam tugas pengendalian massa maupun operasi lapangan.
“Baca Juga: PBB Desak Kepala HAM Sebut Perang Gaza Genosida”
Rimueng juga unggul dari segi mobilitas. Dibekali mesin diesel berkapasitas 3.200 cc, kendaraan ini mampu melaju hingga 100 km/jam di jalanan kota. Di medan menantang, rantis ini tetap tangguh dengan kemampuan menaklukkan tanjakan hingga 60 derajat, sambil mempertahankan kecepatan sekitar 60 km/jam. Ketahanan tersebut menjadikan Rimueng sangat adaptif dalam berbagai kondisi operasi.
Selain perlindungan dan performa, Rimueng juga dilengkapi fitur taktis modern. Di bagian atas terdapat mounting gun untuk senapan serbu, serta sistem pelontar gas air mata kaliber 38 mm dengan kapasitas 15 peluru otomatis. Fitur ini menambah efektivitas Rimueng dalam operasi anti huru-hara maupun misi khusus.
Dengan kombinasi perlindungan, mobilitas, dan kemampuan tempur, Rimueng menjadi kendaraan vital bagi Brimob dalam menjaga keamanan. Ke depannya, evaluasi penggunaan rantis ini penting dilakukan agar keberadaannya benar-benar mengutamakan keselamatan publik sekaligus mendukung keberhasilan misi aparat.
