sitesandsounds.org – Sebanyak lima rumah warga di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengalami kerusakan akibat ledakan pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI). Peristiwa terjadi pada Jumat (9/1) dini hari saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Kepala Kepolisian Resor Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar, menyebut ledakan diduga berasal dari kebocoran pipa gas. “Ledakan terdengar sangat kuat, tetapi tidak menimbulkan kebakaran seperti kejadian sebelumnya di Indragiri Hilir,” jelas Fahrian kepada wartawan, Minggu.
Rumah yang terdampak masing-masing milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, dan Edi Tamsil. Dari kelima rumah tersebut, rumah milik Ahmad Hojali mengalami kerusakan paling parah karena lokasinya dekat dengan jalur pipa gas.
Baca juga: “Korban bencana Sumut: Pusdalops catat 126 luka, 42 hilang”
Dampak Fisik dan Upaya Penanganan PT TGI
Pasca ledakan, pihak PT TGI segera menutup saluran gas di lokasi untuk mencegah potensi bahaya lebih lanjut. Berdasarkan laporan Polres Inhu dan Polsek Rengat Barat, material tanah akibat ledakan menimpa rumah warga dan menciptakan lubang cukup besar di tanah sekitar pipa.
“Tanah di sekitar lokasi terlihat berlubang dan cukup dalam akibat ledakan,” kata Fahrian, menambahkan bahwa warga selamat karena peristiwa terjadi dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dilaporkan.
PT TGI saat ini tengah melakukan perbaikan pipa dan berkoordinasi dengan warga terdampak untuk proses ganti rugi. Perusahaan juga menggelar pertemuan langsung dengan warga untuk membahas kompensasi dan langkah mitigasi di masa mendatang.
Catatan Peristiwa Sebelumnya di Indragiri Hilir
Ledakan pipa gas PT TGI bukan kali pertama terjadi di Riau. Pada Jumat (2/1) pekan lalu, ledakan di Indragiri Hilir menimbulkan kebakaran hebat, melukai 10 orang, dan merusak tiga kendaraan serta beberapa bangunan. Kejadian tersebut menambah perhatian publik dan pemerintah terhadap keselamatan operasi pipa gas di wilayah tersebut.
Upaya Keamanan dan Pencegahan Masa Depan
Pihak kepolisian bersama perusahaan menekankan pentingnya pengawasan rutin terhadap jaringan pipa gas, termasuk inspeksi berkala untuk mendeteksi potensi kebocoran. Selain itu, warga diimbau tetap waspada terhadap tanda-tanda kebocoran gas, seperti bau menyengat atau tekanan pipa abnormal.
Ahli keselamatan energi menyarankan pemasangan sensor deteksi gas otomatis dan pelatihan evakuasi darurat bagi warga di sekitar jalur pipa. “Langkah preventif ini penting untuk meminimalkan risiko kerusakan dan korban jiwa,” ujar seorang konsultan teknis energi yang enggan disebutkan namanya.
Ledakan pipa gas PT TGI di Inhu menunjukkan risiko signifikan infrastruktur energi terhadap keselamatan masyarakat. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, lima rumah warga mengalami kerusakan serius. Penanganan cepat dari pihak perusahaan dan koordinasi dengan warga menjadi kunci mitigasi risiko.
Peristiwa ini menegaskan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap jaringan pipa gas di Riau. Penerapan teknologi deteksi dini, inspeksi rutin, serta edukasi warga dapat membantu mengurangi dampak serupa di masa mendatang.
Baca juga: “Perbaikan Pipa Gas di Riau Rampung, TGI Pastikan Penyaluran Kembali Normal”
