Sites and Sound – Serangan Israel terhadap Iran pada Jumat, 13 Juni 2025, langsung memicu reaksi internasional yang luas dan tegas. Sejumlah negara besar, termasuk Rusia, Tiongkok, dan Prancis, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap meningkatnya potensi konflik di kawasan Timur Tengah. Para pemimpin dunia mendesak agar kedua pihak segera menahan diri demi mencegah perang terbuka.
Pemerintah Jerman dalam pernyataannya meminta semua pihak untuk menghormati hukum internasional dan tidak melakukan tindakan sepihak yang dapat membahayakan stabilitas global. Di sisi lain, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menggelar sidang darurat guna merespons perkembangan situasi yang semakin memanas.
Ketegangan Regional Ancam Stabilitas Global
Banyak pengamat menilai serangan militer ini bisa menjadi pemicu konflik yang jauh lebih besar, terutama dengan keterlibatan kelompok-kelompok bersenjata di wilayah seperti Hizbullah dan Hamas. Beberapa analis menyebutkan bahwa Israel kemungkinan bermaksud memberikan tekanan balasan atas serangan sebelumnya dari pihak Iran,
Organisasi-organisasi internasional menyerukan investigasi independen dan mediasi diplomatik secepatnya. Negara-negara tetangga seperti Turki dan Arab Saudi pun ikut angkat suara, mengingat dampak konflik dapat meluas hingga ke jalur perdagangan dan keamanan energi global.
1. Reaksi Dunia atas Serangan Israel ke Iran
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan Israel mengambil tindakan sepihak terhadap Iran.”Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan tersebut,” katanya melansir Reuters.
“Saya tegaskan: Iran tidak boleh menargetkan kepentingan atau personel AS,” ucapnya.
Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan Australia khawatir dengan eskalasi antara Israel dan Iran. Hal ini, kata dia, berisiko semakin mengganggu stabilitas kawasan yang sudah tidak stabil. “Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari tindakan dan retorika yang akan semakin memperburuk ketegangan,” ucapnya.
“Kita semua memahami ancaman program rudal balistik dan nuklir Iran merupakan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional, dan kami mendesak para pihak untuk memprioritaskan dialog dan diplomasi.”
Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon mengatakan, ini adalah perkembangan yang sangat tidak diinginkan di Timur Tengah. “Risiko salah perhitungan sangat tinggi. Wilayah itu tidak memerlukan tindakan militer lebih lanjut, dan risiko yang terkait dengannya,” ujarnya.
Sumber
Okezone.com
